ANGGAPAN Pulau Madura
tandus dan panas tidaklah benar. Karena, setelah ditelusuri, ternyata
pulau terbesar di Jawa Timur ini memiliki potensi wisata yang
mempesona.
Salah satunya adalah ‘Pulau Garam’ yang
berada di Kabupaten Sumenep. Daerah ini memiliki ragam objek wisata,
khususnyai pantai dan kepulauan nan indah
Kabupaten Sumenep memiliki luas wilayah
2.000 kilometer persegi yang terbagi dua bagian. Jumlah pulau yang
dimiliki sebanyak 76 buah dan luas perairan sekitar 50.000 kilometer
persegi. Yang terakhir inilah yang menjadi primadona wisata Sumenep.
Pulau-pulau kecil itu, bak untaian mutiara, merekat Indonesia menjadi negara kepulauan nan indah.
Deretan pulau di timur Pulau Madura bak
gadis berbanjar menari ini disebut Kepulauan Kangean. Julukan itu
karena barisan pulau yang paling besar adalah Kangean.
Selain itu masih ada lagi Pulau Sapudi,
Raas, Puteran, Genteng, Gili Iyang, dan Pulau Raja. Pemerintah
Kabupaten Sumenep menyebut kawasan kepulauan tersebut sebagai objek
wisata Island Resort.
Objek wisata itu menawarkan birunya laut
yang jernih, lekuk pantai dan terumbu karang yang sudah mati menjadi
batuan, serta kesunyian yang menenangkan. Semua itu bisa dinikmati
dengan biaya relatif murah.
Menjelajah kepulauan tersebut tidaklah
sulit. Karena puluhan kapal angkutan penumpang bisa mengantarkan kaum
pelancong ke sana setiap saat. Kapal dan perahu itu bisa kita dapatkan
di Pelabuhan Kalianget, sekitar 12 kilometer arah timur Kota Sumenep.
Kapal feri dari Kalianget menuju Pulau
Sapudi dan Kangean, misalnya, dalam sehari terdapat empat kapal yang
beroperasi pulang pergi (PP). Sekali naik tarifnya hanya Rp5.000 per
orang.
Namun, jika pelancong akan mendatangi
banyak kepulauan di sana, mereka bisa menyewa kapal sendiri. Tentu
tarif menyewa kapal itu cukup besar, bisa Rp1 juta sekali layar.
Dari Pelabuhan Kalianget, pulau-pulau
yang menjadi tujuan kaum wistawan itu hanya cukup ditempuh empat jam
pergi-pulang. Pada umumnya para pelancong tidak hanya sekadar
menginjakkan kaki semata di pulau-pulau tersebut.
Mereka acap melihat geliat warga
kepulauan, panorama alam, dan mencari buah tangan. Yang unik dan
menarik, buah tangan dari Pulau Kangean misalnya, adalah ayam bekisar
dan ukiran kayu jati.
Di Taman Laut Pulau Mamburit, pelancong
bisa menikmati taman laut yang beragam dan masih asli. Di tempat ini,
wisatawan yang berhobi menyelam bisa sepuasnya menikmati dasar laut.
Dengan dukungan angin yang cukup kuat dari kisaran Laut Jawa, pantai
ini secara kontinu dipergunakan wind surfing berskala nasional maupun
internasional.
Panorama serupa juga terdapat di Taman
Laut Pulau Gililabak. Pulau Gililabak terletak di sebelah tenggara
Pelabuhan Kalianget, di antara Pulau Giligenting dan Pulau Puteran.
Perjalanan menuju pulau ini bisa ditempuh sekitar satu jam, dengan
memakai perahu motor melewati sela-sela bagan penangkapan ikan.
Taman laut ini juga acap dijadikan ajang olahraga bahari, selam dasar (snorkling/diving) dan selam profesional (scuba diving).
Berwisata di Sumenep tentu tidak bisa
ditempuh hanya sehari. Sebab pelancong harus menyusuri laut menuju
deretan kepulauan ini. Setelah lelah naik kapal menyusuri kepulauan,
pelancong bisa beristirahat di sejumlah penginapan dan hotel di Kota
Sumenep. Kemudian bisa melanjutkan menikmati wisata darat, yakni Masjid
Agung, Keraton (keduanya berada dalam kota), situs Asta Tinggi, Pantai
Slopeng, dan Pantai Lombang.
Khusus untuk objek wisata pantai,
selama ini yang acap didatangi pelancong adalah Pantai Lombang. Pantai
ini terletak di Desa Lombang, Kecamatan Batang-batang, sekitar 30
kilometer arah selatan Kota Sumenep. Di sepanjang perjalanan dari
Sumenep menuju Lombang, mata pelancong akan disapa gugusan gunung kapur
dan tanah merah yang tandus.
Semua objek wisata di Sumenep ini terbilang masih alami. Belum mendapat sentuhan secara optimal sebagai tempat wisata.





0 komentar:
Posting Komentar